Saatmenginjak masa remaja, Nini mulai sering ditampakkan sosok seram, diikuti makhluk-makhluk gaib ini, hingga keluarganya berupaya membantu menyelamatkannya Diketahui, di sini terdapat sebuah lahan kosong yang cukup luas untuk menampung beberapa kereta bekas berbagai kecelakaan, salah satunya tragedy Bintaro yang menewaskan ratusan korban 50Kata Kata Jangan Menilai Orang Dari Penampilan Cerita Orang dan Masa Lalunya - Sepositif. 142 Kata-kata menilai - JagoKata. Jangan menilai orang dari luar nya saja | Kata-kata indah, Kata-kata, Kutipan terbaik. kata kata bijak on Twitter: "Jangan menilai orang dari luarnya saja #kata2bijak Janganmenilai seseorang dari penampilannya sekarang ini, karena seburuk apapun kehidupannya, ia tetap masih punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik Kita tidak pernah tau, bilamana Allah memberikan hidayah kepadanya, lalu ia menjadi orang yang taat, orang shaleh/shalehah Discovershort videos related to jangan menilai orang dari masa lalunya on TikTok. Janganpernah menilai orang dari masa lalunya, terkadang mereka yang mempunyai masa lalu yang buruk itu mampu menciptakan masa depan yang luar biasa.Instagra Janganlupa like share dan subscriber ya teman teman agar saya bisa semangat buat konten lagi ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ story wa bantu like dan subscriber ya teman teman EyLu2. Foto Ilustrasi โ€” Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya. Berapa banyak di antara kita yang memiliki masa lalu yang kelam? Masa lalu yang jauh dari sunnah, jauh dari hidayah, terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista? Bukankah banyak sahabat Radhiyallahu anhu yang dahulunya pelaku kemaksiatan, peminum khamr, bahkan pelaku kesyirikan? Akan tetapi, cahaya hidayah menyapa mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini. Bisa jadi, kita salah satu dari mereka para muslimah yang memiliki masa lalu kelam. Sebagaimana kita tidak ingin orang lain menilai kita dengan melihat masa lalu kelam kita, maka janganlah kita menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang, kondisinya tatkala meninggal, bukan masa lalunya. Sebaliknya, masa depan biarlah datang saat telah tiba kondisi terbaiknya. Kamu hidup hari ini, bersedekahlah selagi kamu mampu. Jangan mencemaskan kemiskinan di masa depan yang belum pasti akan kamu alami. Setan selalu memainkan pikiran kita dengan ketakutan ini. โ€œSetan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan kikir, sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karuniaโ€ Al-Baqarah 268 Dr. Aidh al-Qarni dalam bukunya La Tahzan mengatakan โ€œJika kamu dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa kamu bersedih hati atas air asin yang kamu minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi? Maka ucapkanlah hanya perkataan-perkataan baik hari ini, berzikirlah dengan sepunuh hati, berbaktilah kepada orang tua dengan lemah lembut, datangilah ilmu sebanyak-banyaknya, syukurilah apa yang ada padamu saat ini, bersihkan tubuhmu dan tampilah dengan rapi, sapa dan bantu masyarakat sekitar yang sedang membutuhkan. Berbuat baiklah seolah kamu lahir hari ini tanpa kesedihan, kekecewaan serta kemarahan, dan berbuat baiklah seolah kamu mati hari ini tanpa ketakutan dan kecemasan atas masa depan yang tidak pasti. [Sumber Editor Aspani Yasland Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Masa lalu adalah masa dimana kita mengukir banyak cerita hidup yang tidak akan pernah bisa dihapus lagi. Namun apakah menilai seseorang dari masa lalunya merupakan suatu yang tepat ? Tentu saja tidak dan saya yakin kita semua setuju bahwa masa lalu tidak akan pernah menjadi karakter seseorang. Dimana manusia itu sendiri sifatnya dinamis, selalu ada perubahan, jangankan perunahan karakter, kata-katanya saja bisa cepat waktu yang lalu, saya bersama teman-teman asyik membahas kisah-kisah masa lalu yakni ketika memulai hidup membiara. Singkat cerita bahwasanya akan selalu ada orang yang meninggalkan panggilannya ditengan perjalanan. Meninggalkan panggilan tentu saja bukan tanpa alasan, mereka meninggalkan panggilannya tentu karena menemukan jalan lain yang menurutnya lebih membahagiakan panggilan bukanlah sesuatu kesalahan yang fatal, bukan juga karena ke egoisan namun ada hal-hal yang dianggap tidak mampu. Nah, ketika menyinggung nama-nama tersebut seorang teman langsung menjudge, bahwa teman-teman yang meninggalkan panggilannya adalah orang-orang yang memiliki masa lalu yang kelas. The endSaya terkejut mendengar kesaksian itu. Saya berpikir, apakah Tuhan pernah memperhitungkan masa lalu seseorang untuk menjadi pengikutnya? Rasanya tidak. Panggilan itu misteri jadi jangan dihubung-hubungkan dengan masa lalu yang pernah kita menilai seseorang dari masa lalunya, hanya karena kita tahu dulu dia pernah tidak baik, pernah tidak benar, lantas kita berhak untuk menghinanya. Sungguh kita harus ingat bahwa penghakiman itu milik Allah, dan tentu saja Allah mempunyai cara tersendiri untuk menobatkannya, menegurnya. Boleh jadi kondisi seseorang saat telah bertaubat menjadi lebih baik dari keadaannya sebelumnyaMaka, berhentilah meng ghibahinya dan menyindirnya hanya karena dia seorang yang dulu pernah memiliki aib, apalagi jika saat ini dia jelas-jelas memilih jalan untuk bertobat, jangan pernah kita ungkit-ungkit lagi masa lalunya. bijaksanalah dalam bersikap dan berbibacara, karena seburuk apapun masa lalu seseorang itu jangan pernah kita mencacinya, menghinanya, menghardiknya, dan meremehkannya. Ketahuilah, bahwa kita ini hidup untuk masa depan, bukan untuk masa lalu. Maka tak semetinya kita terus mengaitkan bagaimana kehidupannya yang sekarang dengan masa lalunya dulu. Jika sekarang dia telah berubah menjadi lebih baik, maka jangan lagi kita persoalkan masa lalunya yang kelam. Allah saja yang maha segalanya selalu saja membuka pintu maaf untuk kita, apalagi kita sebagai manusia yang juga takkan pernah luput dari kesalahan dan dosa. Lantas tidaklah pantas jika kita terus saja menghakimi seseorang hanya karena masa lalunya yang kelam. Seharusnya, jika sekarang dia telah berubah menjadi lebih baik, kita harus mendukung dan membantunya agar dia bisa tetap setia dan tekun untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Namun jika kita tidak bisa membantunya berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi, maka janganlah kita menghakimi, menghardiknya dan mengucilkannya. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Entah kenapa, hari ini banyak orang gemar membicarakan masa lalu seseorang? Katanya ber-akhlak tapi senang membahas sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Lupa ya, masa lalu itu hanya kenangan. Sudah terlewati dan tidak lagi berpengaruh di hari ini. Maka simpan saja masa lalu sebagai pelajaran. Untuk masa depan yang lebih pernah menilai seseorang dari masa lalunya. Apa karena orang lain masa lalunya jelek, lalu kita baik? Atau karena kita senang bergaul dengan orang-orang yang gemar bergosip bahkan bergibah? Memangnya, kita membantu apa pada mereka. Terus bila masa lalu seseorang buruk, apa kita pasti baik?. Kita menjelek-jelekkan masa lalu orang lain. Tapi kita sendiri hanya bicara dan berpikir yang jelek tanpa mampu berbuat yang baik secara nyata, kok bisa? Manusia sering lupa. Sejatinya, hampir semua manusia pasti memiliki masa lalu yang kelam. Jauh dari sunnah Allah SWT, jauh dari hidayah, bahkan terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista. Bukankah banyak sahabat Rasulullah yang dahulunya pelaku kemaksiatan, peminum khamar, penjudi bahkan pelaku kesyirikan? Akan tetapi, tatkala cahaya hidayah menyapa mereka. Jadilah, mereka sebagai generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini. Maka bisa jadi, kita adalah salah satu dari mereka yang memiliki masa lalu kelam. Lalu, kenapa kita sudi menilai seseorang hanya dari masa lalunya? Sekali lagi, masa lalu untuk siapapun hanya sebatas kenangan dan pelajaran. Justru, sebaik-sebaik manusia adalah pada akhirnya. Seperti diriwayatkan, "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya." HR. Bukhari, No. 6607. Amalan itu ada yang jelek, ada yang bagus. Amalan yang sangat manusiawi lagi lumrah. Tapi, amalan yang terbaik ada pada akhirnya. Amalan yang dilakukan di akhir umur kita. Sebagai penentu atas balasan yang dihisab. Siapa yang beramal jelek lalu beralih beramal baik, maka ia dinilai sebagai orang yang bertaubat. Sebaliknya, siapa yang berpindah dari iman menjadi kufur, maka ia dianggap murtad. Bisa jadi, seseorang yang dinilai buruk masa lalunya. Namun dalam batinnya kini, masih ada benih kebaikan dan istikomah bertindak baik. Maka di situlah, seseorang dapat meraih husnul khotimah, bukan suul pernah menilai seseorang dari masa lalunya. Cukup jadikan masa lalu sebagai hikmah dan pelajaran. Untuk terus bergerak dan bertindak baik di manapun. Mumpung masih ada waktu, masih ada umur yang tersisa. Agar menjadikan semua aktivitas sebagai ladang amal. Menebar manfaat dan kebaikan kepada orang lain. Maka, janganlah menilai seseorang dari masa lalunya. Karena yang menjadi acuan adalah kesudahan seseorang saat meninggal dunia. Dalam keadaan baik atau buruk yang dilakukannya, bukan pada masa lalunya. Salam literasi PegiatLiterasi TamanBacaan TBMLenteraPustaka Lihat Sosbud Selengkapnya HomeilmuJangan Menilai Seseorang Dari Masa Lalunya ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู… Saudaraku wahai ahli iman, ketahuilah bahwa tidak selamanya orang yang berada dalam kebaikan kemudian tidak pernah terjerumus dalam keburukan, dan itu lebih baik. Yang dahulu kufur, yang dahulu bejat namun lantas menjadi baik dan beriman dengan iman yang benar, bisa jadi ia lebih bahwa tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau. Ketahuilah bahwa seseorang yang hampir membunuh Rasulullah pun kini malah berbaring di sebelah makam beliau, yaitu sayyidina Umar bin Khattab. Kemudian jangan pernah melihat seseorang dari masa lalunya, karena seorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedangnya Allah, yaitu sayyidina Khalid bin jangan memandang seseorang dari status dan hartanya, karena sepatu emas fir'aun berada di neraka, sedangkan sandal jepit Bilal bin Rabbah terdengar di surga kutipan sebuah hadits. Ingatlah wahai saudaraku, karena yang di perhatikan atau di nilai dari seseorang itu adalah kondisi akhirnya seseorang itu sendiri sebagaimana Nabi ๏ทบ bersabda ๐Ÿ“š โ€œSesungguhnya ada salah seorang di antara kalian beramal dengan amalan penduduk surga hingga antara ia dan surga tinggal satu hasta, lantas catatan takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan penduduk neraka dan iapun memasukinya. Dan ada pula yang beramal dengan amalan penduduk neraka, hingga antara ia dan neraka tinggal satu hasta lantas catatan takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan penduduk surga dan iapun memasukinyaโ€{Shohih Muttafaqun 'Alaih}Intinya, jangan pernah memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya walaupun masa lalu dan lingkungannya tersebut amatlah buruk. Karena untuk menjadi hebat, yang di perlukan adalah kuatnya tekad. Sudahlah tak perlu pusingkan masa lalu, tak perlu malu dengan tempat asalmu jika kau mau. Kamu bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air kotor namun tetap mekar mengagumkan, karena bunga teratai tetap mekar cantik meski tinggal di air yang kotor. Maka dari itu, berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan SWT berfirman๐Ÿ“š โ€œSesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiriโ€{ saudara, semangatkan perubahan kepada yang lebih baik. Semoga Allah memudahkan niat, tekad dan maksud kita,.ุขู…ูู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ูู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู’ู†ูŽ 50 Kata Kata Bijak Jangan Menilai Orang dari Penampilannya - Dalam hidup ini tentu kita sering bertemu dengan orang-orang yang dari segi penampilan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Entah itu dari segi fisik, pakaian yang dikenakan, gaya rambut, cara bicara, sikap dan lain sebagainya. Ketika melihat hal itu semua kita diharuskan menyikapinya dengan baik dan bijak. Jangan sampai langsung menjudge/menghakimi orang lain hanya dari apa yang kita lihat atau dengar tanpa tahu yang adalah 40 kata kata bijak 'quotes' jangan menilai orang dari penampilan luar, fisik, covernya, cerita orang, perkataannya, dan masa lalu seseorang. Kumpulan quote ini bisa kita bagikan di sosial media menjadi status atau caption untuk melengkapi unggahan foto yang kita posting, dengan begitu kita juga bisa menginspirasi orang lain untuk tidak mudah menilai orang Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja Jika kamu menilai seseorang hanya dari penampilannya, kamu akan kehilangan banyak kesempatan bertemu orang-orang yang hebat. 3. Jangan menilai saya hanya dari omongan orang diluar sana. Kenali saya secara Juga Semua Bisa Upayakan Cara Good Looking dengan Trik ini 6. Berucaplah dengan santun. Karena kebanyakan orang akan menilai kualitas dirimu dari apa yang kamu ucapkan. 7. Menilai perasaan seseorang, nilailah bagaimana dia bersikap padamu, jangan menilai dia dari perkataan orang lain. -fahry_romdon 8. Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan. Orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan. 9. Sebelum Anda menilai orang lain, pikirkan dulu siapa Anda. 10. Setiap orang didunia ini memliki cerita. Jangan menilai orang lain sebelum kita benar-benar mengenalnya, karena kebenaran dari orang lain itu mungkin akan membuat kita kaget. -RyanPrayogaJ 11. Tidak pantas menilai orang lain dari sudut yang sempit cobalah menilai dari sudut yang lebar. 12. Orang yang selalu menilai orang jelek dari situlah kita dapat memahami bagaimana kelakuan dia sebenarnya. 13. Jangan putus asa, tidak semua orang menilai manusia dari fisiknya. 14. Jangan menilai dari penampilan. Kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang terlihat baik hati. -Yoni_Masamune 15. Kenapa kau menilai orang hanya dari prestasinya? Ada banyak kebaikan, yang tidak dapat diukur dengan prestasi! -mwsubhan 16. Jangan menilai orang dari luar. Seperti mawar yang indah yang memiliki duri, semakin baik orang dilihat dari luar, semakin perlu kau ragukan hatinya. -Ai Haibara 17. Jangan pernah menilai orang dari masa lalunya, terkadang mereka yang mempunyai masa lalu yang buruk itu mampu menciptakan masa depan yang luar biasa. -muhammadalawy 18. Setiap orang mempunyai persepktif pandangan tersendiri. Terkadang kita menilai seseorang dari persepektif diri kita. Karena itu sering salahnya. Padahal yang berhak menilai itu Tuhan. Yang di haruskan untuk kita cuma berperasangka baik bagi semua. -ishlah5 19. Jadi, jangan kita terpaku pada penampilan luar seseorang, jangan mudah menilai orang hanya dari penampilannya saja. Meski pepatah jawa mengatakan, 'ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana' tapi orang berhak berargumen tentang dirinya tanpa penilaian sepihak kita. -ruangpuguh 20. Jangan menilai orang dari sampulnya. karena dia bukan buku. -SumpahGaring 21. Jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Buruk dimatamu belum tentu buruk dimata orang lain. Kenali sebelum menghakimi. -NasihatAmpuh 22. Jangan menilai orang dari masa kita semua sudah tidak hidup di sana. 23. Setiap orang didunia ini memliki cerita. Jangan menilai orang lain sebelum kita benar-benar mengenalnya, karena kebenaran dari orang lain itu mungkin akan membuat kita kaget. -Dika_Nurrahman 24. Sejatinya untuk menilai apakah dirimu tergolong orang yang kreatif atau hanya perlu menilai dari kebiasaan-kebiasaanmu sehari-hari. 25. Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja salah. -Eritrosith 26. Tak seorang pun boleh menilai kadar iman orang lain. Sebaliknya, semua boleh menilai seseorang itu jujur atau tidak. __mayadewi 27. Keimanan bersemayam di kalbu, kejujuran kebohongan terlihat jelas dari ucapan dan perbuatan. 28. Biarlah apa orang kata, asalkan kita tahu niat kita. Mereka menilai kita dengan mata tetapi Allah menilainya dari hati. -Hatibengkak__ 29. Jangan menilai seseorang dari kisah silam. Tetapi lihatnya pada harini. Setiap orang mampu berubah jauh lebih baik dari apa yang disangka. -Hatibengkak__ 30. Aku selalu saja berucap yang tak sepantasnya, bertingkah tak selayaknya sementara mata dan mulutku masih saja suka menilai orang lain hanya dari luarnya saja. 31. Orang di luar Islam mungkin tidak pernah baca AlQuran dan kemungkinan besar tidak paham maksud ISLAM tu RAHMATAN LIL 'AALAMIIN. Mereka hanya menilai Islam dari tindakan orang-orang yang mengaku beragama Islam, yang sayangnya banyak ternoda akibat ulah segelintir orang. -Buyungkiu 32. Aku tak prnah memaksa orang lain buat menyukai ataupun membenciku. Karena setiap orang mempunyai hak tuk menilai dari mana bagaimana dan seperti apa cara pandang mereka. -Arum_ala123 sumber gambar 33. Seperti yang kalian bilang jangan menilai orang dari luarnya, yang bertato belum tentu penjahat, rok mini belum tentu pelacur tapi apa yg kalian bilang tentang mereka yg bercadar, berjenggot, celana cingkrang, dan berjidat hitam? MEREKA JUGA BELUM TENTU TERORIS. -SoeriAllie 34. Karena ilmu padi; "semakin berisi semakin menunduk" sepertinya sudah mulai terlupakan. Banyak dari kita termasuk saya, ketika "merasa" semakin banyak tahu, jadi semakin mudah menilai dan merendahkan orang lain. -malatajna28 35. Kenapa harus takut dengan hinaan orang yang hanya menilai dari luarnya saja. Percayalah usaha dan doa mu pasti akan ada hasil yang manis. -Dia_Nita_Chan 36. Jangan menilai seseorang dari kesalahan yang pernah dia buat. Setiap orang pernah melakukan salah, yang penting adalah belajar darinya. 37. Jangan pernah meremehkan orang lain, karena kita belum tentu lebih baik dari yang kita remehkan. 38. Kita begitu teliti melihat setiap debu yang melekat di wajah orang lain, namun kita buta melihat, bahwa sesungguhnya begitu banyak kotoran yang melekat di wajah kita setiap harinya. 39.. Jangan menilai orang hanya dari cerita orang. 40. Menilai orang dari cerita orang lain sama saja seperti makan makanan yang sudah dicerna orang lain. Enak? 41. Kamu tak bisa menilai orang lain hanya dari apa yang mereka kenakan. Kenali hatinya. 42. Kebanyak orang sekitar menilai seseorang dari segi penampilan. Berpenampilan preman di nilai tidak baik, bukan menilai dari segi kepribadiannya. 43. Jangan Cepat Menilai Seseorang Dari Penampilan & Ucapannya Karena Sering Kali Menipu. 44. Sekarang ini, banyak laki-laki yang menilai perempuan dari penampilan luar. Tanpa mereka pikir, bahwa sesuatu yang sementara seperti itu akan hilang pelan-pelan. - Elegi Patah Hati, Veradash 45. Kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari penampilan nya, pandangan seperti itu terlalu menyepelekan Sang Pencipta. 46. Wanita itu menilai Potensi dari seorang Pria. Harus bisa melihat dibalik penampilan. - Mario Teguh 47. Jangan menilai seseorang dari penampilan atau rupanya saja, karena kebaikan hatilah tetaplah yang terbaik. 48. Amat rugi dan malang buat mereka yang berusaha keras mencantikkan wajah dan penampilan namun tidak berusaha bersungguh-sungguh mencantikkan hati sedangkan Allah menilai kita di hati bukan di wajah. Yang menilai indahnya wajah itu hanyalah manusia. 49. Jangan suka menilai seseorang dr penampilan. Penampilannya bagus bukan jaminan kelakuannya juga bagus. 50. Yang mudah itu, menilai orang lain. Yang sulit itu menilai diri sendiri.

jangan menilai orang dari masa lalunya